PTPDI Jatim, PPNI, dan IBI Hadir dalam Pelantikan Lulusan STIKES Rajekwesi Bojonegoro
![]() |
| Pelantikan lulusan Teknologi Bank Darah STIKES Rajekwesi Bojonegoro dihadiri PTPDI, PPNI, dan IBI sebagai wujud sinergi profesi kesehatan. (Foto: Dok/Ist). |
Serikatpost, Bojonegoro — Wisuda dan pelantikan lulusan Program Studi D-III Teknologi Bank Darah STIKES Rajekwesi Bojonegoro menjadi momentum yang memperlihatkan pentingnya sinergi ant organisasi profesi kesehatan.
Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI) Jawa Timur mengambil peran dalam prosesi pelantikan yang dipimpin Wakil Ketua PTPDI Jawa Timur, Dwi Santoso, A.Md.Kes.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Jawa Timur, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bojonegoro, PTPDI Kabupaten Bojonegoro, serta sejumlah pemangku kepentingan dan tamu undangan.
Kehadiran berbagai organisasi profesi ini memperkuat pesan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan memerlukan kolaborasi dan komitmen bersama.
Kolaborasi Menjadi Kebutuhan dalam Pelayanan Kesehatan
Sistem pelayanan kesehatan melibatkan berbagai profesi dengan tugas dan kompetensi masing-masing. Perawat, bidan, tenaga Teknologi Bank Darah, dan tenaga kesehatan lainnya memiliki peran yang berbeda, tetapi dapat saling mendukung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut membutuhkan komunikasi yang baik, pemahaman terhadap tanggung jawab profesi, serta kepatuhan pada standar pelayanan.
Dalam pelayanan darah, koordinasi menjadi aspek penting untuk memastikan kebutuhan pasien ditangani melalui prosedur yang tepat. Kualitas pelayanan tidak hanya dipengaruhi kemampuan individu, tetapi juga hubungan kerja dan sistem yang mendukung keselamatan pasien.
Pelantikan Menegaskan Tanggung Jawab Lulusan
Prosesi pelantikan lulusan D-III Teknologi Bank Darah bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini menjadi simbol dimulainya tanggung jawab profesional setelah para lulusan menyelesaikan pendidikan.
Para lulusan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara bertanggung jawab, menjaga etika profesi, serta terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan.
Peran organisasi profesi menjadi relevan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Melalui jejaring profesional dan kegiatan peningkatan kompetensi, tenaga kesehatan dapat memperoleh ruang untuk memperluas pengetahuan dan memperkuat profesionalisme.
Peran PTPDI dalam Pengembangan Profesi
Keterlibatan PTPDI Jawa Timur dalam pelantikan menunjukkan perhatian organisasi terhadap keberlanjutan profesi Teknologi Bank Darah.
Bidang ini memerlukan tenaga yang memahami aspek teknis dan mutu pelayanan darah. Karena itu, penguatan kompetensi dan kesadaran terhadap keselamatan pasien menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional lulusan.
Dukungan organisasi profesi juga dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi antartenaga kesehatan serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bersama Mendorong Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
Sinergi organisasi profesi perlu diterjemahkan dalam praktik kerja yang saling mendukung, komunikasi yang efektif, dan komitmen terhadap pelayanan yang aman.
Melalui momentum wisuda dan pelantikan ini, lulusan STIKES Rajekwesi Bojonegoro diharapkan mampu menjadi bagian dari tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan siap bekerja sama dengan berbagai profesi.
Kolaborasi yang kuat pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
.jpeg)