Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tekankan SDM dan Persatuan sebagai Kekuatan Pertahanan Negara
![]() |
| Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tekankan SDM dan Persatuan sebagai Kekuatan Pertahanan Negara. (Foto: Dok/Ist). |
Upacara dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan (BPSDM Han Kemhan), Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa memerlukan karakter kuat, semangat perjuangan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Dalam amanat Menteri Pertahanan yang dibacakan pada upacara tersebut, peringatan Sumpah Pemuda ditegaskan sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan persatuan dalam melanjutkan pembangunan Indonesia.
Pertahanan Negara Tidak Hanya Bergantung pada Alutsista
Salah satu pesan utama dalam amanat Menhan adalah pentingnya melihat pertahanan negara secara menyeluruh. Kesiapan alat utama sistem senjata memang menjadi unsur penting, tetapi kemampuan pertahanan juga berkaitan dengan kualitas manusia yang menjalankan tugas dan tanggung jawab negara.
Sumber daya manusia yang memiliki karakter tangguh, disiplin, dan profesional dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pertahanan secara optimal.
Persatuan nasional juga menjadi faktor penting. Di tengah beragam tantangan, komitmen terhadap kepentingan bangsa perlu dijaga agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara selaras.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Loyalitas dan Integritas Jadi Landasan Pelaksanaan Tugas
Dalam amanatnya, Menteri Pertahanan mengajak seluruh jajaran Kemhan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui loyalitas, disiplin, integritas, profesionalisme, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, bukan hanya menjadi pesan seremonial dalam peringatan hari nasional.
Setiap tugas, menurut amanat tersebut, hendaknya dipandang sebagai amanah yang harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. Pelaksanaannya juga diharapkan menghasilkan kinerja yang inovatif dan akuntabel.
Penguatan budaya kerja tersebut menjadi bagian dari upaya membangun aparatur yang mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional serta memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.
Peringatan Sumpah Pemuda Disertai Penghargaan bagi Pegawai Purna Tugas
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kemhan RI juga memberikan piagam penghargaan kepada 16 pegawai yang memasuki masa purna tugas. Mereka terdiri atas tujuh personel TNI dan sembilan PNS.
Pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitas para pegawai selama menjalankan tugas.
Momentum tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan pertahanan nasional tidak terlepas dari kontribusi sumber daya manusia di berbagai bidang.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, penguatan karakter, profesionalisme, dan persatuan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Kemhan RI.
Sumber : Kementerian Pertahanan RI, 28 Oktober 2026.
