Moh. Faisal Tegaskan Kaderisasi PMII Harus Berdampak bagi Masyarakat
![]() |
| Aksi pembagian makanan yang dilaksanakan PC PMII DIY pada Minggu (11/10/2026), di kawasan perempatan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Yogyakarta. (Foto: Dok/Ist). |
Serikatpost, Yogyakarta — Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PC PMII DIY), Sahabat Moh. Faisal, menegaskan bahwa kaderisasi mahasiswa harus diikuti dengan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut tercermin dalam aksi pembagian makanan yang dilaksanakan PC PMII DIY pada Minggu (11/10/2026), di kawasan perempatan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Yogyakarta.
Kegiatan sosial itu digelar setelah organisasi menyelenggarakan Pelatihan Kader Lanjut (PKL), yang menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas intelektual, ideologis, dan kepemimpinan kader.
Bagi Faisal, keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari proses pembelajaran dan diskusi selama pelatihan. Kader juga perlu menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial serta mampu menerapkan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
“PKL bukan sekadar ruang untuk memperkuat kapasitas intelektual dan ideologis kader, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan kepekaan sosial. Kami ingin nilai-nilai yang dipelajari selama proses kaderisasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi hadir dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, mahasiswa memiliki peran untuk membaca dan memahami berbagai persoalan sosial. Namun, pemahaman tersebut perlu diikuti kemauan untuk terlibat dalam kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembagian makanan menjadi salah satu langkah yang dilakukan PC PMII DIY untuk menerjemahkan gagasan pengabdian ke dalam kegiatan langsung. Melalui aktivitas tersebut, kader didorong untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Faisal juga mengingatkan agar kegiatan sosial tidak hanya dilakukan ketika organisasi menggelar agenda tertentu. Menurutnya, kepedulian harus menjadi bagian dari kebiasaan dan komitmen pergerakan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial setelah PKL. Semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus dirawat dalam kerja-kerja pergerakan sehari-hari. Sebab, keberadaan organisasi mahasiswa harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pandangan tersebut menempatkan kaderisasi sebagai proses pembentukan karakter sekaligus tanggung jawab sosial. Pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman ideologis diharapkan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan itu, PC PMII DIY berharap para kader dapat melanjutkan semangat kaderisasi dalam berbagai bentuk pengabdian. Dengan demikian, proses pembelajaran di organisasi dapat berlanjut menjadi tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
.jpeg)