Ad
Ad

Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan

Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi. (Foto: Dok/Ist).

Suara Time, Internasional — Indonesia mendorong penguatan kerja sama Selatan-Selatan dengan negara-negara Afrika melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi pembangunan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan Semangat Bandung ke dalam kemitraan yang memberikan manfaat nyata.

Komitmen itu kembali disampaikan dalam pembahasan pembangunan berkelanjutan Afrika pada Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesi ke-81 di New York, Senin (12/10/2026).

Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, menekankan pentingnya kemitraan yang berlandaskan solidaritas dan saling menghormati. Indonesia juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi pembangunan berkelanjutan.

Kerja Sama Selatan-Selatan merupakan bentuk kolaborasi antarnegara berkembang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kapasitas. Sementara itu, kerja sama triangular melibatkan pihak ketiga yang mendukung kolaborasi tersebut, misalnya melalui bantuan teknis, pembiayaan, atau pengembangan program.

Indonesia telah menjalankan berbagai program kerja sama pembangunan dengan mitra di Afrika. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 500 peserta dari Afrika memperoleh manfaat dari lebih dari 60 proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Indonesia.

Program-program tersebut mencakup bidang kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan. Bidang-bidang itu berkaitan dengan kebutuhan pembangunan yang membutuhkan peningkatan keterampilan, pertukaran praktik, serta penguatan kapasitas lokal.

Peningkatan kapasitas memiliki peran penting karena pembangunan tidak hanya bergantung pada ketersediaan investasi atau sumber daya alam. Kemampuan tenaga kerja, akses terhadap pengetahuan, dan kapasitas lembaga juga menjadi unsur yang memengaruhi keberlanjutan suatu program.

Melalui kerja sama pembangunan, negara-negara dapat berbagi pengalaman yang relevan sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Proses tersebut perlu memperhatikan kebutuhan penerima manfaat agar program tidak sekadar memindahkan pendekatan dari satu negara ke negara lain tanpa penyesuaian.

Indonesia juga mendorong hubungan dengan Afrika melalui forum diplomasi dan ekonomi. Indonesia-Africa Forum, misalnya, menyediakan ruang untuk mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha guna membahas peluang kolaborasi. Di luar perdagangan dan investasi, kemitraan pembangunan dapat mencakup pertukaran pengetahuan serta penguatan kemampuan teknis.

Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika 1955 menjadi landasan historis bagi upaya tersebut. Prinsip solidaritas dan penghormatan terhadap kedaulatan memberi kerangka bagi kerja sama yang mengutamakan kepentingan bersama.

Ke depan, keberlanjutan kerja sama bergantung pada pelaksanaan program, kesesuaian dengan prioritas pembangunan, dan evaluasi manfaatnya. Dengan memperkuat peningkatan kapasitas serta pertukaran pengetahuan, Indonesia mendorong agar kemitraan dengan Afrika dapat berkembang secara terarah dan memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat.


Sumber: Kemlu.go.id

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
  • Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia-Afrika Perkuat Kapasitas dan Pembangunan
Ad
Ad
Ad