Rudal Korea Utara Kembali Meluncur, Sekitar 10 Rudal Balistik Ditembakkan dari Pyongyang
![]() |
| Ilustrasi - (Foto: Dok/Ist). |
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa sejumlah rudal tersebut ditembakkan dari kawasan sekitar Pyongyang dan diarahkan ke Laut Jepang atau Laut Timur.
Peluncuran terbaru ini menjadi perkembangan penting dalam situasi keamanan Semenanjung Korea. Militer Korea Selatan dan Jepang langsung melakukan pemantauan terhadap aktivitas tersebut.
Sekitar 10 Rudal Ditembakkan
Korea Selatan menyebut jumlah rudal yang diluncurkan Korea Utara mencapai sekitar 10 unit. Rudal tersebut dikategorikan sebagai rudal balistik jarak pendek.
Lokasi peluncuran berada di sekitar Pyongyang. Setelah ditembakkan, proyektil bergerak menuju arah timur dan jatuh di kawasan perairan.
Laporan tersebut menjadi perhatian karena peluncuran dilakukan secara berkelompok dalam jumlah yang cukup banyak. Militer Korea Selatan kemudian terus mengamati kemungkinan adanya peluncuran tambahan.
Jepang Deteksi Dugaan Rudal Balistik
Penjaga Pantai Jepang turut mengumumkan bahwa pihaknya mendeteksi adanya peluncuran yang diduga merupakan rudal balistik Korea Utara.
Otoritas Jepang memperkirakan proyektil tersebut jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Laporan awal tidak menyebut adanya korban atau kerusakan akibat insiden tersebut.
Aktivitas rudal Korea Utara secara rutin menjadi perhatian Tokyo karena lintasan sejumlah rudal Pyongyang dalam beberapa tahun terakhir mengarah ke kawasan perairan sekitar Jepang.
Ketegangan dengan AS dan Korea Selatan
Peluncuran terbaru Korea Utara berlangsung ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menjalankan latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield.
Pyongyang sebelumnya mengecam latihan tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan sehari sebelum peluncuran, Korea Utara menyebut akan menggunakan langkah yang lebih tegas untuk menghadapi apa yang dianggap sebagai ancaman militer dari pihak lawan.
Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menginstruksikan Pentagon untuk mengurangi skala latihan militer bersama dengan Korea Selatan. Meski demikian, latihan gabungan tetap berlangsung.
Apa Dampaknya bagi Keamanan Asia Timur?
Peluncuran sekitar 10 rudal balistik Korea Utara berpotensi kembali meningkatkan kewaspadaan keamanan di Asia Timur.
Korea Selatan dan Jepang akan menjadi dua negara yang paling dekat memantau perkembangan tersebut, sementara Amerika Serikat juga memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan.
Untuk saat ini, fokus utama otoritas pertahanan adalah memastikan jenis rudal yang digunakan, karakteristik penerbangan, lokasi jatuhnya proyektil, serta apakah Korea Utara akan melakukan peluncuran berikutnya.
Perkembangan tersebut masih menjadi perhatian karena situasi di Semenanjung Korea dapat berubah dengan cepat, khususnya di tengah aktivitas militer dan ketegangan diplomatik yang berlangsung.
