Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 14 Dorong Pengelolaan Sampah melalui Program LENTERA di Bank Sampah Eco Menanggal
Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat di Kelurahan Rungkut Menanggal.
Serikatpost, Surabaya — Pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, salah satunya dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Langkah tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN “Veteran” Jawa Timur melalui program LENTERA (Lingkungan Bersih melalui Pengelolaan Sampah Terpilah) sekaligus pengenalan Bank Sampah Eco Menanggal di Rungkut Menanggal, Kota Surabaya.
Bank Sampah Eco Menanggal dibentuk oleh mahasiswa KKN Kelompok 14 UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai wadah pengumpulan sampah terpilah. Sementara itu, LENTERA menjadi program kerja yang digunakan untuk mengenalkan keberadaan bank sampah tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembahasan mengenai kondisi pengelolaan sampah di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 yang dihimpun dari 290 kabupaten/kota hingga 24 Juli 2024, timbulan sampah yang tercatat mencapai 31,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 20,5 juta ton atau 63,3 persen tercatat terkelola, sedangkan sekitar 11,3 juta ton atau 35,67 persen belum terkelola. Data tersebut menjadi pengantar untuk menjelaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan pada tahap akhir, tetapi dapat dimulai dari sumbernya, termasuk dari lingkungan rumah tangga.
Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan konsep bank sampah serta penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle). Warga juga diperkenalkan dengan beberapa jenis sampah yang dapat dipilah dan dikumpulkan, seperti botol plastik, kaleng, dan kardus.
Khulaifi Achmad Riyadhi, mahasiswa KKN kelompok 14 UPN “Veteran” Jawa Timur yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pemilahan dari rumah menjadi langkah awal yang penting dalam pengelolaan sampah.
“Pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Dengan begitu, sampah yang masih dapat dikumpulkan dan memiliki nilai jual tidak langsung tercampur dengan sampah lainnya.”
Setelah pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan kepada warga bagaimana sampah yang telah dipilah dapat dikelola melalui Bank Sampah Eco Menanggal. Alurnya disampaikan secara sederhana agar dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Bagaimana Sampah Dikelola?
Pilah dari rumah
Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, seperti botol plastik, kaleng, dan kardus.Kumpulkan sampah terpilah
Sampah yang sudah dipisahkan dikumpulkan agar tidak kembali tercampur dengan jenis sampah lainnya.Setorkan ke Bank Sampah Eco Menanggal
Sampah yang telah terkumpul kemudian dapat disetorkan ke Bank Sampah Eco Menanggal untuk dikumpulkan berdasarkan jenisnya.Disalurkan kepada pengepul
Sampah yang masih memiliki nilai jual selanjutnya dapat disalurkan kepada pengepul.Memiliki nilai ekonomi
Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai barang buangan dapat memiliki nilai setelah dipilah dan dikumpulkan dengan baik.
Sesi diskusi menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan mengenai pengelolaan sampah serta keberlanjutan Bank Sampah Eco Menanggal. Dalam diskusi tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar program yang telah diperkenalkan melalui LENTERA dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Warga dari komunitas Kelompok Tani, Ibu Kukuh, turut menyampaikan pandangannya mengenai keberlanjutan program setelah mengikuti kegiatan sosialisasi.
“Harapannya, program ini tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Warga di sini bisa melanjutkan program ini secara terus-menerus dan terkoordinasi, sehingga Bank Sampah Eco Menanggal dapat tetap berjalan dan dimanfaatkan bersama.”
Menurut Ibu Kukuh, keberlanjutan program menjadi hal penting agar keberadaan Bank Sampah Eco Menanggal tidak hanya berjalan selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi dapat terus dikelola oleh warga.
Harapan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melanjutkan pengelolaan bank sampah. Dengan adanya koordinasi antar warga, kegiatan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Bank Sampah Eco Menanggal dibentuk mahasiswa KKN Kelompok 14 UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai wadah untuk mengumpulkan sampah yang telah dipilah. Sampah yang terkumpul kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya sebelum disalurkan kepada pengepul.
Keberadaan bank sampah tersebut diperkenalkan kepada warga melalui program LENTERA. Dengan demikian, kedua kegiatan tersebut memiliki peran yang berbeda tetapi saling berkaitan. Bank Sampah Eco Menanggal menjadi wadah pengelolaan sampah, sedangkan LENTERA menjadi program kerja untuk mengenalkan dan mensosialisasikan keberadaan bank sampah kepada masyarakat.
Melalui sosialisasi LENTERA, warga mendapatkan gambaran mengenai jenis sampah yang dapat dikumpulkan serta tahapan pengelolaannya. Pemilahan dari rumah menjadi langkah pertama sebelum sampah dikumpulkan, disetorkan, dan disalurkan kepada pengepul.
Bank Sampah Eco Menanggal menjadi wadah pengumpulan sampah terpilah yang diperkenalkan melalui program LENTERA.
Program kerja LENTERA dan pembentukan Bank Sampah Eco Menanggal juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan di kawasan perkotaan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kebiasaan yang sederhana dan dapat dilakukan dari lingkungan rumah.
Mahasiswa KKN bersama masyarakat dalam kegiatan sosialisasi Program LENTERA dan pengenalan Bank Sampah Eco Menanggal.
Program kerja LENTERA menjadi langkah mahasiswa KKN Kelompok 14 UPN “Veteran” Jawa Timur untuk mengenalkan Bank Sampah Eco Menanggal sekaligus mengajak warga melihat pengelolaan sampah dari sisi yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, sampah yang telah dipilah juga dapat dikumpulkan, disalurkan kepada pengepul, maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dari rumah, pengelolaan tersebut dapat dimulai dengan satu kebiasaan sederhana: memilah sampah sebelum membuangnya.