Ad
Ad

Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok/Ist).

Serikatpost, Jakarta — Ekosistem bank emas di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat sejak kegiatan usaha bullion mulai diperkenalkan. Dalam waktu sekitar satu tahun, pengelolaan emas melalui dua motor utama ekosistem tersebut terus mengalami peningkatan.

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian menjadi dua lembaga yang berada di garis depan pengembangan bullion di Indonesia. Berdasarkan perkembangan terbaru yang disampaikan pemerintah, total emas yang dikelola dalam ekosistem bank emas telah mencapai sekitar 179 ton.

Sebelumnya, jumlah emas yang dikelola kedua institusi tersebut berada di kisaran 153 ton dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar USD20 miliar.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan usaha bullion mulai mendapatkan respons dari masyarakat dan pelaku industri.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya menyebut bahwa setelah genap satu tahun kegiatan usaha bullion berjalan, fondasi ekosistem emas Indonesia mulai terbentuk. Pemerintah dan regulator kini memasuki tahap penguatan dan pendalaman pasar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berharap Pegadaian dan BSI dapat terus mencatatkan pertumbuhan bisnis bullion secara double digit.

Menurut Airlangga, peluang tersebut masih sangat terbuka mengingat Indonesia memiliki potensi kepemilikan emas masyarakat dalam jumlah besar.

Ia menyebut sekitar 1.800 ton emas masyarakat masih berada di luar sistem keuangan formal dengan nilai yang diperkirakan mencapai USD252 miliar.

Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi industri bullion Indonesia.

Pemerintah berharap sebagian emas yang selama ini disimpan secara pribadi dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan melalui produk-produk bullion yang tersedia di perbankan syariah maupun Pegadaian.

Jika sebagian kecil dari emas tersebut berhasil dihimpun, nilai aset yang masuk ke dalam sistem keuangan nasional berpotensi sangat besar.

Dari Simpanan Emas Menjadi Aset Produktif

Konsep bullion bank memungkinkan emas tidak hanya berfungsi sebagai aset simpanan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan keuangan.

Pengembangan ekosistem tersebut mencakup kegiatan penyimpanan, perdagangan, pembiayaan berbasis emas, pemurnian, manufaktur, investasi dan berbagai aktivitas pendukung lainnya.

Pemerintah juga telah mendorong pengembangan produk keuangan berbasis emas. Kemenko Perekonomian mencatat bahwa pengembangan bullion berjalan bersamaan dengan penguatan produk investasi, termasuk ETF emas.

Dengan meningkatnya jumlah emas yang dikelola, pemerintah berharap industri bullion dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi berbasis aset riil.

Selain itu, pengelolaan emas secara formal juga dinilai dapat memperkuat keterhubungan antara sektor pertambangan dengan industri keuangan.

Peluang Besar bagi Ekonomi Nasional

Indonesia memiliki sumber daya emas yang besar, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada kegiatan pertambangan.

Melalui penguatan bullion bank, emas dapat bergerak lebih jauh ke sektor refinery, manufaktur, perhiasan, perdagangan dan investasi.

Karena itu, peningkatan pengelolaan emas dari 153 ton menjadi sekitar 179 ton menjadi indikator bahwa pasar bullion Indonesia mulai berkembang.

Pemerintah kini mendorong agar pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pasar, transparansi, standardisasi dan tata kelola sehingga ekosistem emas nasional dapat semakin kompetitif.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
  • Bank Emas Indonesia Kelola 179 Ton Emas, Potensinya Tembus Rp360 Triliun
Ad
Ad
Ad