Ad
Ad

PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon

Sampah Kabupaten Malang Capai 1.094 Ton per Hari, Pesantren Didorong Terapkan Konsep Hijau. (Foto: Dok/Ist).

Serikatpost, Malang — Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang penguatan kegiatan kepramukaan. Para santri peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui Seminar dan Lokakarya I bertajuk “Pesantren, Santri, dan Ekoteologi (Fiqhul Bi'ah) dalam Perspektif Fiqh Industri”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, pada 2 Oktober 2026. Seminar membahas keterkaitan kehidupan pesantren, peran santri, ajaran Islam, serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Malang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Sapto Yuwono, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Menurut Sapto, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah penanaman pohon. Kegiatan tersebut dinilai sederhana, tetapi memiliki manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan.

“Kita akan melakukan penanaman pohon. Ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan,” ujar Sapto.

Ia menjelaskan, penanaman pohon dapat membantu menjaga kualitas lingkungan, mendukung keseimbangan ekosistem, sekaligus memperluas ruang hijau. Dalam konteks pesantren, gerakan tersebut juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri.

Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis karena tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Kita harus menjaga lingkungan. Jangan sampai lingkungan yang kita tempati hari ini justru menjadi beban bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.

Penanaman Pohon Jangan Berhenti pada Seremoni

Sapto berharap kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian PPSN VI 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong agar gerakan tersebut berkembang menjadi budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren.

Budaya tersebut dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi produksi sampah, merawat tanaman, serta menggunakan sumber daya alam secara bijak.

Menurutnya, keterlibatan santri menjadi penting karena kebiasaan yang dibangun di pesantren dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah mereka kembali dari kegiatan PPSN.

Seminar dan lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kepedulian ekologis dapat berjalan beriringan dalam kehidupan pesantren.

Melalui PPSN VI 2026, santri tidak hanya diharapkan aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
  • PPSN VI 2026 Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
Ad
Ad
Ad