Ad
Ad

Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok/Ist).

Serikatpost, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti perkembangan sejumlah indikator sosial Indonesia saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta.

Dalam agenda tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya diarahkan untuk menjaga pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Salah satu indikator yang disampaikan adalah tingkat kemiskinan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen, turun 0,40 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin juga turun sekitar 0,92 juta orang menjadi 22,93 juta orang.

Selain kemiskinan, rasio Gini pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,368. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 0,375, meski meningkat dibandingkan September 2025 sebesar 0,363.

Airlangga menyampaikan bahwa perbaikan indikator sosial tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Untuk memperluas manfaat pembangunan, Pemerintah juga menyiapkan 28 program perlindungan sosial yang mencakup berbagai tahap kehidupan masyarakat.

Program tersebut antara lain Program Indonesia Pintar yang menyasar sekitar 22 juta siswa, Sekolah Rakyat untuk masyarakat miskin, Makan Bergizi Gratis dengan target 74 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis, Program Keluarga Harapan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat, serta pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi 96,8 juta masyarakat.

Berbagai subsidi dan kompensasi energi juga menjadi bagian dari kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Airlangga, pembangunan ekonomi membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan. Prinsip tersebut juga ia kaitkan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya konsep keadilan ('Adl) dan keseimbangan (Mizan).

Pesan itu disampaikan kepada para wisudawan Universitas PTIQ Jakarta agar ilmu yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Airlangga meminta lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi problem solver dan inovator yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Di tengah perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi, ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI).

“Jadilah problem solver dan inovator, bawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam ruang-ruang kebijakan,” pesan Airlangga kepada para wisudawan.

Selain itu, para lulusan diminta memanfaatkan program Pemerintah seperti MagangHub, GIG Economy, Digital Talent Scholarship, KUR syariah, hingga LPDP sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan peluang ekonomi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
  • Airlangga Soroti Kemiskinan Turun dan Penguatan Perlindungan Sosial
Ad
Ad
Ad