KKN UNA Sosialisasikan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Banjar Hulu
![]() |
| Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Asahan (FE-B UNA) Kelompok IV menyosialisasikan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. (Foto: Dok/Ist). |
Ketua Kelompok, Ayu Annisa, Senin (3/8)
mengatakan,kegitan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada
masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa bersama warga Desa Banjar Hulu.
Menurut Ayu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan
kesadaran masyarakat mengenai bahaya limbah minyak jelantah apabila dibuang
sembarangan ke lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga
melalui pengolahan limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat,
khususnya ibu rumah tangga di Desa Banjar Hulu, melihat bahwa limbah dapur
seperti minyak jelantah sebenarnya punya nilai ekonomi jika diolah dengan tepat
. Ini juga bagian dari upaya kami mendukung ekonomi kreatif berbasis potensi
lokal seperti memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi” ujar Ayu.
Selain sosialisasi pemafaatan minyak jelantah ,
mahasiswa juga memperkenalkan tahapan pembuatan lilin aromaterapi melai dari
penyaringan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan pewangi, hingga proses
pencetakan. Mahasiswa turut membekali warga dengan strategi edukasi pasar,
mengingat warga Desa Banjar Hulu masih minim familiaritas terhadap produk
seperti ini. Desa Banjar Hulu sendiri memiliki potensi sumber daya pisang yang
turut menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan produk ekonomi kreatif di
desa tersebut kedepannya.
PJ. Pangulu Banjar Hulu menyambut baik dan
mengapresiasi program yang dibawakan mahasiswa. “ Selama ini limbah minyak
jelantah hanya dibuang begitu saja oleh warga, ternyata dapat diolah menjadi
produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dian Ayu Andriani,
SE, M.Ak ,juga mengapresiasi semangat mahasiswa dalam melaksanakan program
tersebut. Selain menjadi narasumber, Dian turut membagikan wawasan mengenai
strategi edukasi pasar bagi produk hasil olahan limbah rumah tangga kepada
masyarakat.
“ Pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah
ini dapat membantu perekonomian kreatif jangka panjang untuk warga Desa Banjar
Hulu,” katanya.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 26 peserta ini turut mendapat sambutan positif dari warga. Dan kami berharap program semacam ini dapat terus dikembangkan dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat desa.
