Berbekal Pengalaman dari PAC hingga PP IPNU, Rekan Aqil Didukung Maju sebagai Ketum 2026–2029
![]() |
| Rekan Aqil mendapat dukungan PW IPNU Banten dan delapan PC IPNU untuk maju sebagai calon Ketua Umum PP IPNU periode 2026–2029. (Foto: Dok/Ist). |
Serikatpost, Tanggerang Selatan – Perjalanan organisasi Muhammad Shidqil Muqoffa atau Rekan Aqil menjadi salah satu pertimbangan PW IPNU Banten bersama delapan Pimpinan Cabang IPNU dalam mendorongnya maju sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) periode 2026–2029.
Rekan Aqil diketahui memiliki pengalaman berorganisasi mulai dari tingkat kecamatan hingga kepengurusan pusat. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Ciputat, kemudian melanjutkan pengabdian di PC IPNU Kota Tangerang Selatan.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika dirinya dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Umum PP IPNU. Perjalanan dari tingkat akar rumput hingga nasional dinilai menjadi bekal dalam memahami dinamika organisasi dan kebutuhan kader.
Dukungan terhadap Rekan Aqil disampaikan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II PW IPNU Banten pada 28 Oktober 2026 di Graha Aswaja NU, PCNU Kota Tangerang Selatan.
Dalam forum tersebut, PW IPNU Banten bersama delapan PC IPNU se-Provinsi Banten menyatakan satu barisan untuk mendorong pencalonannya.
Ketua PW IPNU Banten, Rekan Muhamad Riziq Shihab, mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan hasil aspirasi yang dibangun melalui musyawarah. Menurutnya, kepemimpinan organisasi harus berangkat dari kebutuhan kader dan persoalan nyata yang dihadapi IPNU.
“Bagi kami, kepemimpinan IPNU harus berangkat dari kebutuhan kader dan persoalan nyata yang dihadapi organisasi. Dukungan ini merupakan ikhtiar bersama untuk mendorong gagasan yang mampu memperkuat kaderisasi, memperluas kesempatan pelajar untuk berkembang, dan membawa IPNU menjawab tantangan di tingkat nasional maupun global,” ungkap Riziq.
Sekretaris PW IPNU Banten, Rekan Nasyudin Rumi, menambahkan bahwa dukungan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pengawalan dan konsolidasi organisasi.
Ia mengajak pimpinan IPNU di berbagai daerah untuk berdiskusi dan membahas gagasan yang ditawarkan Rekan Aqil.
Menurutnya, sejumlah persoalan organisasi perlu mendapatkan perhatian, termasuk penguatan sistem kaderisasi dan pemerataan akses pengembangan kapasitas bagi pelajar.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah Student Global Empowerment dengan semangat “IPNU Kolaboratif Mendunia”.
Gagasan tersebut menempatkan IPNU sebagai ruang pemberdayaan pelajar yang tidak hanya berorientasi pada kaderisasi, tetapi juga pengembangan kompetensi, perluasan akses pengetahuan, penguasaan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
Dukungan dari Banten diharapkan menjadi ruang untuk memperluas diskusi mengenai arah kepemimpinan PP IPNU periode 2026–2029. Pengalaman organisasi Rekan Aqil pun menjadi salah satu modal yang ditawarkan dalam ikhtiar menuju kepemimpinan nasional tersebut.
